Minggu, 27 Juni 2010

B3I (Bapuh Bandung Berhias Iman)

HALAMAN PENGESAHAN

Tugas Sejarah Kebudayaan Islam Di buat dengan judul “Sejarah masuknya agama islam didesa Bapuh Bandung”

Hari : Selasa

Tanggal : 18

Bulan : Agustus

Tahun : 2009

Mengetahui

Kepala sekolah

Drs. H. M. Samsuri Mpd

Narasumber Guru Pembimbing

Drs. Tholcha Dra. Farida

Kepala Desa Bapuh Bandung

Hj. Umu Rodhiyah

HALAMAN PERSEMBAHAN

Dalam mengerjakan tugas Sejarah Kebudayaan Islam ini penulis mengangkat judul ”SEJARAH BERDIRINYA DESA BANDUNG.Dan penulis mempersembahkan laporan ini kepada :

1. Kedua opang tua yang telah mendukung,mendidik serta memberi motivasi kepada penulis

2. Bapak kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Lamongan dan ibu kepala desa Bapuh Bandung yang telah memberi arahan dan petunjuk kepada kami

3. Ibu Dra. Faridah yang telah memberikan pengarahan kepada kami (selaku guru pembimbing)

4. Teman-temanku yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas Sejarah Kebudayaan Islam ini.

MOTTO

{PRESTASI PUNCAK ITU HANYA DAPAT DIRAIH JIKA ADA HASRAT YANG KUAT}

DAVID C. MCcLELLAND

{KITA ADALAH APA YANG KITA KERJAKAN BERULANG-ULANG , KARENA ITU , KEUNGGULAN BUKANLAH SUATU PERBUATAN MELAINKAN SEBUAH KEBIASAAN}

ARISTOTELES

{DARI PADA MENCEMASKAN TENTANG MASA DEPAN , LEBIH BAIK KITA BEKERJA KERAS UNTUK MEWUJUDKANYA}

HUBERT H. HUMPREY

{SEBUAH SUKSES LAHIR BUKAN KARENA KEBETULAN ATAU KENERUNTUNGAN SEMATA

SEBUAH SUKSES TERWUJUD KARENA DIIKHTIARKAN MELALUI PERENCANAAN YANG MATANG , KEYAKINAN , KERJA KERAS , KEULETAN DAN NIAT BAIK }

ANONIM

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang dapat kami ucapkan selain puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT,karena hanya dengan limpahan rahmat,taufik serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Sejarah Kebudayaan Islam dengan tema “Penyebaran Islam Di Dasa Bapuh Bandung” ini dapat diselesaikan.

Dalam menyusun laporan ini,penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak,oleh karena itu penulis menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada yang terhormat :

1. Orang tua yang telah mendukung , mendidik,mengizinkan dan membiayai kami dalam mencari ilmu

2. Bapak Drs.H.M.Syamsuri, M.Pd selaku kepala madrasah

3. Ibu Dra. Faridah yang telah membimbing dan memberikan pengarahan kepada kami (selaku guru pembimbing).

4. Teman – temanku yang telah membantu untuk menyelesaikan Tugas Sejarah Kebudayaan Islam ini.

S emoga amal baik beliau diterima sebagai amal ibadah dan dicatat oleh Allah SWT.

Penulis juga menyadari bahwa Tugas Sejarah Kebudayaan Islam ini masih terlalu jauh dari criteria sempurna,oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan karya ilmiah dikemudian hari.Semoga laporan ini dapat berguna khususnya bagi para penyusun dan semua pembaca pada umumnya , penulis mengucapkan terima kasih

SEJARAH BERDIRINYA

DESA BANDUNG

v PENYEBARAN ISLAM DI DESA BAPUH BANDUNG

A. Tokoh-tokoh penyebaran agama islam

Penyebaran Agama islam Di Desa Bapuh Bandung di mulai kurang lebih pada tahun 1930 (pada waktu penjelajahan Belanda) Tokoh yang pertama kali membawa islam di desa Bapuh Bandung adalah Mbah Sulaiman, Mbah Sulaiman adalah anak turun dari Mbah Qomarudin (bungah), kemudian diteruskan oleh anak-anaknya dan cucu-cucunya. Kemudian disambung oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan dilanjutkan selain dari keturunan Mbah Sulaiman.

v Berikut adalah sebagian nama-nama keturunan dari Mbah Sulaiman :

1) Bapak Shofwan

2) Bapak Mashudi

3) Bapak Rifa’i

4) Bapak Ali

5) Bapak Dul Karim

v Diantara tokoh-tokoh yang berperan dalam penyebaran agama islam di desa Bapuh Bandung dari tahun 1930- sekarang ada 3 priode yaitu:

a) Tokoh sesepuh/ Tua (Priode I)

Ø H. Aspan dari Bapuh

Ø K.H. Sahlan dari Pomahan

Ø Nurfa’i

Ø Ali

Ø K.Aminudin

Ø Masyhadi dari Bapuh

Ø Ali Muhdhor Dari Kudus

Ø H. Fadil dari Dukuh Tunggal

Ø Ihwan Dari Tanggung Prigel

Ø Taufiq dari Bapuh

Ø Tholcha dari tanggung prigel

Ø Khoirun dari tanggung prigel

Ø Asikan dari tanggung prigel

Ø Hj. Mukholifah Bapuh

Ø Alfan dari tanggung prigel

Ø Ihsan dari meluntur

Ø Fadhli dari Bapuh

Ø Gholib dari Bapuh

b) Dilanjutkan oleh (Priode II):

Ø ABD.Wachid dari kediri

Ø Zakaria dari bapuh

Ø Muh. Rochim dari Gendingan Sekaran

Ø Hindun

Ø Azizah

Ø Mas’ula

Ø Umyanah

Ø Khoridhotul ifadah

Ø Muchlish

Ø Nasir dari Jombang

Ø ABD. Rahman dari Mojokerto

Ø Zuhri dari Kudus

Ø Dll

c) Dilanjutkan periode III (Sekarang)

Ø Cholil

Ø Lilik

Ø Mutawar dari tanggung prigel

Ø Fathur Rahman dari meluntur

Ø Azizah dari Bapuh Bandung

Ø Shun Fatayati dari tanggul rejo

Ø Muh. Zahid

Tokoh-tokoh tersebut di Bantu oleh pendukung syiar agama islam diantaranya:

Ø H.Aspan

Ø Masykur ali

Ø ABD. Latip

Ø ABD. Manan

Ø Hamzah

Ø Ahmad Zaini

Ø H.Dirhan

Ø Rofiq

Ø Dll

B. Kegiatan penyebaran Agama Islam

Kegiatan penyebaran agama islam di Bapuh Bandung di lakukan dengan cara jam’iyah yasin,tahlil,khadrah,PKK,jama’ah shalat jum’at,pengajian Ramadhon,ishari,kegiatan TPQ,karang taruna dan masih banyak lagi.

C. Bukti-bukti penyebaran agama islam

Pada tahun 1931, Mbah Sulaiman dan seluruh warga mendirikan masjid atau langgar yang masih serupa langgar panggung (sekarang tempatnya dibuat sebagai madrasah)

Singkat cerita,pada tahun 1966, mulai merintis pendidikan formal dan pendidikan diniyah,sebelumnya pendidikan diniyah diberikan di masjid, pada tahun 1967 pendidikan formal dan diniyah dilaksanakan di serambi masjid, dan yang mempelopori keggiatan tersebut adalah Bpk. Rifa’I dan Bpk. Ali (tahun 1967) dan dilanjutkan oleh K.H.Aminudin dari kudus dan dibantu oleh santri-santri dari kudus diantaranya mas hadi,ali mudhor dan sebagian dari orang bapuh bandung sendiri termasuk bapak nurfa’I (Alm), bapak taufiq (Alm).

Pada tahun 1967-1969 pelaksanaan pendidikan masih tetap seperti tahun 1966 dan setelah tahun 1969 pengembangan agama di Bantu oleh bapak ihwan(Alm) dari tanggungan,bapak tholcha,bapak askan,bpk khoirun, dan di teruskan oleh ibu H.Mukholifah pada tahun 1974.

D. KESIMPULAN

Penyebaran agama Islam di Desa Bapuh Bandung di mulai kurang lebih pada tahun 1930 (pada waktu penjelajahan Belanda), oleh mbah sulaiman dan di teruskan oleh anak cucunya dan kemudian di sambung oleh tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan di lanjutkan selain dari keturunan Mbah sulaiman.

Kegiatan penyebaran agama Islam di lakukan dengan cara jam’iyah yasin, tahlil dan masih banyak lagi pendidikan pada masa itu di lakukan dengan cara formal dan informal.